Pengertian, Tujuan dan Proses Riset Pemasaran

Setiap perusahaan memiliki tujuan tertentu, misalnya mencapai target penjualan tertentu, meraih laba, meningkatkan pangsa pasar, mempertahankan eksistensi, mencapai tingkat pertumbuhan tertentu, memberikan pelayanan sosial dan lain lain. Dalam mencapai hal tersebut perusahaan menawarkan suatu/beberapa produk kepada pasar yang membutuhkannya.


Pengertian riset pemasaran


A. Peranan Riset Pemasaran

Pasar dan Konsumen merupakan dua hal yang memiliki kemiripan, dimana keduanya menjadi target dari perusahaan dalam pemasaran produk atau jasanya. Perusahaan sangat dituntut untuk mengetahui pasar dan konsumennya melalui alat dari pemasaran.

Pasar adalah konsumen akhir / organisasional yang memiliki kebutuhan dan keinginan yang berwujud sebagai permintaan terhadap produk tertentu. Konsumen akhir terdiri atas individual dan rumah tangga yang melakukan pembelian produk untuk dikonsumsi bukan bisnis.

Konsumen organisasional disebut konsumen bisnis, industrial, dan antara konsumen bisnis dengan industri terdapat perbedaan skala. 

Macam-Macam Produk Yang Ditawarkan

Dalam memasarkan produk atau jasa pada pasar dan konsumen, perusahaan menawarkan banyak macam produk atau jasa. Beberapa diantaranya yang sering kita terima atau gunakan yaitu:
  1. Berupa barang misalnya handphone, komputer, mobil, sepeda motor, kosmetik, kemeja, sepatu, dll
  2. Jasa misalnya asuransi, bank, konsultan, kursus, salon, penerbangan, dll)
  3. Pengalaman misalnya wahana bermain, tour and travel, disneyland, dll)
  4. Organisasi misalnya partai, ikatan akuntansi indonesia, dll


Produk atau jasa tersebut ditawarkan kepada pasar dan konsumen guna pemenuhan kebutuhan dari konsumen akhirnya. Sekarang tinggal bagaimana perusahaan menawarkan produknya.

Konsep Pemasaran

Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial, dimana individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka dengan menciptakan, menawarkan, dan bertukar sesuatu yang bernilai satu sama lain.

Berdasarkan pernyataan tersebut menimbulkan banyaknya produk yang ada dalam upaya memenuhi kebutuhan konsumen.


Macam-Macam Konsep Pemasaran

Tabel Macam-Macam Konsep Pemasaran


No Konsep Fokus Asumsi
1 Produksi Penekanan biaya produksi Harga murah merupakan dasar pertimbangan utama pembelian
2 Produk Pengembangan produk Fitur, kinerja, kualitas produk mempengaruhi pertimbangan konsumen untuk melakukan pembelian
3 Penjualan Peningkatan penjualan Usaha penjualan dan promosi harus lebih aktif dan agresif agar mempengaruhi konsumen untuk melakukan pembelian
4 Pemasaran Kepuasan pelanggan Pembelian dan pembelian ulang akan dilakukan apabila pelanggan (individu) mendapatkan kepuasan dalam pembelian
5 Pemasaran Sosial Kepuasan Pelanggan dan Kesejarhteraan Masyakarat Pembelian dan pembelian ulang akan dilakukan apabila pelanggan (individu) mendapatkan kepuasan dalam pembelian



B. Definisi Riset Pemasaran


Menurut Maholtra, Riset pemasaran adalah identifikasi, pengumpulan, analisis dan penyebarluasan informasi secara sistematis dan objektif dengan tujuan untuk membantu manajemen dalam pengambilan keputusan berkaitan dengan identifikasi dan pemecahan maslah dan peluang dalam bidang pemasaran.

Riset Pemasaran Yaitu kegiatan perencanaan, pengumpulan, analisis dan pelaporan yang sistematis dari data atau penemuan yang relevan dengan situasi pemasarn tertentu yang dihadapi perusahaan. 

Cakupan yang luas adalah:
  • Pengembangan produk
  • Identifikasi pasar
  • Mencari desain yang cocok untuk cakupan penjualan, distribusi, promosi dan fasilitas pelayanan jual.

Persyaratan Riset Pemasaran

  1. Relevan: hasil penelitian akan dapat menghasilkan informasi yang dibutuhkan untuk merespon tantangan/menyelesaikan masalah pemasaran yang dihadapi perusahaan.
  2. Tepat waktu: hasil penelitian diharapkan sesuai dengan waktunya, tidak terlambat atau terlalu cepat.
  3. Efisien: tidak terlalu banyak biaya dan diharapkan memberikan nilai tambah yang lebih besar dari pada biaya yang dikeluarkan
  4. Akurat (obyektif): penelitian hendaknya teliti, cermat, obyektif, dan dapat dipercaya kebenarannya.


Informasi untuk mengambil keputusan pemasaran dapat dikelompokkan sabagai berikut:

1. Strategik
Informasi yang diperlukan untuk keputusan strategic, misalnya; keputusan untuk memasuki pasar luar negeri yang spesifik, melakukan diversifikasi ke pasar baru.

2. Taktis/operasional
Informasi yang berhubungan dengan keputusan-keputusan taktis, misalnya perencanaan tentang daerah penjualan

3. Bank Data
Menyediakan pengetahuan penting tentang segala sesuatu yang melingkupi perusahaan, seperti: trend pasar

Informasi manajemen pemasaran memiliki 2 arah dari:
- Organisasi ke lingkungan
- Lingkungan ke organisasi

Dalam kondisi pasar yang dengan cepat berubah:
- Perusahaan harus selalu memperbarui pengetahuan
- Selalu waspada dengan masuknya barang jasa baru dari pesaing
- Dapat memperkirakan trend selera konsumen

Klasifikasi Riset Pemasaran

Riset pemasaran pada prinsipnya dapat diklasifikasikan menjadi 2 (dua) kelompok, berikut klasifikasi dari riset pemasaran.

1. Riset Identifikasi Masalah

Riset ini membantu mengidentifikasi masalah yang mungkin tidak/belum muncul ke permukaan namun telah atau bakal terjadi di masa depan.

Contoh: riset potensi pasar, riset pangsa pasar, riset citra merek, citra perusahaan, riset karakteristik pasar, riset analisis penjualan, riset trend bisnis, riset peramalan.

2. Riset Pemecahan Masalah

Riset ini dilakukan agar diperoleh solusi tertentu yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan untuk memecahkan masalah secara spesifik.

Contoh riset pemecahan masalah meliputi :

  • Riset segmentasi: menentukan basis segmentasi, menentukan potensi pasar dan daya tanggap berbagai segmen pasar, memilih pasar sasaran dan menyusun profil gaya hidup&citra produk
  • Riset produk: uji konsep, penentuan desain produk optimal, uji kemasan, modifikasi produk, brand positioning dan repositioning, test marketing.
  • Riset penetapan harga: kebijakan penetapan harga, penetapan harga lini produk, elastisitas permintaan, memulai dan merespon perubahan harga
  • Riset Promosi: anggaran promosi yang optimal, hubungan promosi penjualan, bauran promosi yang optimal, keputusan iklan, keputusan media, creative advertising testing, pengujian terhadap klaim iklan, evaluasi efektivitas periklanan
  • Riset distribusi: penentuan tipe distribusi, sikap para anggota saluran distribusi, intensitas cakupan glosir dan ritel, lokasi gerai ritel dan glosir
riset pemasaran



C. Proses Riset Pemasaran

Pada riset pemasaran memiliki proses atau tahapan, dimana dimulai dari perumusan pokok permasalahan sampai penyusunan laporan hasil penelitian. Lebih lanjut berikut penjelasan dari masing-masing tahapan yang perlu dilakukan dalam riset pemasaran.


Proses Riset Pemasaran


1. Perumusan Masalah
Salah satu peranan riset pemasaran adalah membantu merumuskan masalah yang harus diatasi dengan perancangan secara sistematis, jelas, dan akurat sesuai dengan tujuan riset.

2. Penentuan Desain Riset
Sumber informasi & desain riset harus selaras yang bergantung pada sejauh mana masalah diketahui Jika hanya sedikit yang diketahui maka dipilih riset eksploratoris (telaah pada data yang sudah dipublikasikan, mewawancarai pakar, menelaah literatur dengan kasus yang serupa). Dan jika masalah telah dirumuskan dengan jelas dan akurat, maka riset deskriptif/kausal yang dilakukan

3. Perancangan Metode Pengumpulan Data
Pengumpulan data yang dilakukan bisa data primer atau data sekunder sesuai dengan kebutuhan dalam memecahkan masalah.

4. Perancangan Sampel dan Pengumpulan Data
     Peneliti harus menspesifikasikan :

  • Kerangka sampling (daftar unsur populasi yang harus diambil sampelnya).
  • Proses pemilihan sampel, didasarkan pada berbagai metode sampling, baik probability sampling maupun non probability sampling.
  • Jumlah sampel, mencakup penentuan jumlah orang, rumah tangga, perusahaan, ataupun lainnya dengan harapan dapat memperoleh jawaban yang akurat dan andal untuk pengambilan keputusan.

5. Analisis dan Interpretasi Data
Temuan penelitian tidak akan ada nilainya jika tidak dianalisis dan diinterpretasikan. Analisi data terdiri dari beberapa langkah : editing, koding, tabulasi, analisi (uji statistik) dan interpretasi data.

6. Penyusunan Laporan riset
Laporan riset merupakan rangkuman hasil, kesimpulan, dan rekomendasi penelitian yang diserahkan kepada pihak manajemen untuk mendukung pengambilan keputusan.

Kunci Pertanyaan Riset Pemasaran

Dalam melaksanakan riset pertanyaan, perlu adanya panduan atau yang disebut dengan kunci pertanyaan. Agar pertanyaan yang disampaikan terarah dan tepat pada sasaran. Meskipun dalam penelitian kualitatif dan kuantitatif, kunci pertanyaan tetap diperlukan. Berikut tahapan dari proses riset pemasaran dengan contoh kunci dari pertanyaan.

Tabel Kunci Pertanyaan Riset Pemasaran


Tahapan dalam proses riset pemasaran Pertanyaan kunci
Perumusan Masalah 1. Apa tujuan utama riset?
2. Mengidentifikasi masalah/peluang? Atau memecahkan masalah?
3. Informasi apa yang diperlukan untuk latar belakang dilakukannya penelitian? Apakah data-data yang diperlukan sudah lengkap?
4. Untuk apa data/informasi tersebut digunakan?
5. Haruskah riset dilakukan?
Penentuan Desain Riset 1. Seberapa banyak fenomena yang telah diketahui?
2. Dapatkah hipotesis dirumuskan?
3. Type studi apa yang paling baik untuk menjawab riset?
Perancangan Metode Pengumpulan Data 1. Dapatkah data yang sudah ada dimanfaatkan?
2. Apa yang diukur?
3. Apa sumber datanya?
4. Dapatkah jawaban objektif diperoleh dengan cara bertanya pada responden?
5. Bagaimana cara bertanya pada responden? Apakah kuesioner harus disebarkan secara tatap muka aangsung? Atau lewat telephone? Atau lewat email?
6. Perilaku spesifik apa yang harus dicatat peneliti?
7. Mana yang harus dipakai untuk mengumpulkan data?
8. Item terstruktur? Atau tidak terstruktur?
9. Haruskah skala rating digunakan dalam kuesioner?
Perancangan Sampel & Pengumpulan Data 1. Siapa target populasinya?
2. Apakah daftar unsur populasi tersedia?
3. Perlukah mengambil sampel?
4. Apakah dimungkinkan menggunakan sampel probabilitas?
5. Berapa jumlah sampel yang harus digunakan?
6. Bagaimana cara memilih sampel?
7. Siapa yang akan mengumpulkan data?
8. Berapa lama pengumpulan data berlangsung?
9. Prosedur operasional apa yang akan digunakan?
10. Metode apa yang akan dipakai untuk menjamin kualitas data terkumpul?
Analisis & Intepretasi Data 1. Siapa yang bakal menangani proses editing?
2. Bagaimana cara mengkoding data?
3. Apakah akan menggunakan tabulasi komputer atau manual?
4. Teknik analisis apa yang akan digunakan?
Menyusunan Laporan Riset 1. Siapa yang akan membaca laporan riset?
2. Seberapa besar tingkat kecanggihan teknis para pembaca laporan?
3. Apakah rekomendasi manajerial tertulis?


D. Perumusan Masalah Riset Pemasaran

Perumusan masalah merupakan pernyataan masalah umum dan identifikasi komponen spesifik dari masalah riset pemasaran.

Sumber Masalah atau Peluang Riset Pemasaran Setiap penelitian dilakukan karena adanya masalah, dimana masalah tersebut perlu diketahui jawabannya dalam sebuah penelitian. Dalam riset pemasaran diperlukan sumber masalah atau yang disebuut dengan peluang riset pemasaran. Berikut beberapa sumber masalah yang dapat ditemukan dalam riset pemasaran.

1. Perubahan yang tidak terantisipasi

Berbagai faktor lingkungan eksternal organisasi dapat menciptakan masalah atau peluang, diantaranya perubahan lingkungan demografis, ekonomi, teknologi, persaingan, politik dan hukum, produk baru yang ditawarkan pesaing, perubahan gaya hidup, dll. Perubahan tersebut menjadi masalah/peluang maka diperlukan riset.

2. Perubahan yang terencana

Perubahan terencana berorientasi pada masa depan. Peranan riset berupa pengkajian kelayakan setiap alternatif yang dipertimbangkan.

3. Kemampuan mengidentifikasi gagasan baru

Gagasan baru dapat bersumber dari pelanggan dalam bentuk komplain dan saran, distributor, konsultan. Riset ini berperan untuk pengembangan produk baru.

Contoh:
Beberapa tahun yang lalu Xerox pernah kelabakan mengenai penjualan mesin menghadapi penurunan penjualan mesin fotocopy secara dramatis, yang sebagian besar direbut para pesaing dari jepang. Hal ini merupakan gejala. 

Setelah dilakukan riset, diketahui bahwa Xerox lebih berfokus pada fitur/karakteristik yang ingin ditambahkan pada mesin fotocopy-nya supaya tampak lebih menarik, padahal konsumen menuntut kualitas produk. 

Berdasarkan contoh tersebut, riset pemasaran tidak menghasilkan jawaban atau strategi spesifik untuk masalah yang dihadapi. Sebaliknya riset pemasaran menghasilkan data yang harus diinterpretasikan dan diterjemahkan ke dalam rencana tindakan oleh pihak manajemen, sehingga harus diprioritaskan sesuai dengan harapan manajemen.

Proses Perumusan Masalah

Peneliti harus memahami latar belakang masalah dengan cara menganalisis konteks lingkungan dari masalah yang bersangkutan. Tugas-tugas yang berkaitan dalam perumusan masalah meliputi diskusi dengan pengambil keputusan, wawancara dengan pakar industri, analisis data sekunder, hal ini bertujuan dengan identifikasi masalah manajemen.

Proses perumusan masalah meliputi :

1. Analisis konteks lingkungan dari masalah
Agar dapat memahami latar belakang masalah riset pemasaran, peneliti harus memahami perusahaan dan industri klien/competitornya. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perumusan masalah riset pemasaran, berikut diantaranya :

  • informasi dan prediksi masa lalu, menyangkut penjualan, pangsa pasar, profitabilitas, teknologi, populasi, demografis dan gaya hidup.
  • Sumber daya (dana & keterampilan riset) dan kendala (finansial, waktu, personalia, struktur organisasi, budaya perusahaan).
  • Tujuan jangka pendek dan jangka panjang oraganisasi atau pribadi pengambilan keputusan
  • Perilaku pembeli.
  • Lingkungan hukum, meliputi kebijakan publik, hukum, undang-undang, peraturan pemerintah, dll
  • Lingkungan ekonomi, menyangkut daya beli, penghasilan perusahaan, harga, suku bunga, tabungan, dll.
  • Keterampilan pemasaran dan teknologi, seperti bauran pemasaran, penguasaan teknologi maju.

2. Tugas-tugas berkenaan dengan perumusan masalah
Tujuan utama pelaksanaan tugas-tugas ini adalah untuk mendapatkan informasi mengenai konteks lingkungan dari masalah dan membantu merumuskan masalah riset pemasaran. Adapun tugas-tugas tersebut meliputi beberapa hal berikut ini:

  • diskusi dengan pembuat keputusan perusahaan
  • Wawancara dengan para pakar, terutama yang sangat menguasai perusahaan yang bersangkutan.
  • Analisis data sekunder, baik yang bersumber dari pemerintah, industri, perusahaan jasa riset komersial, maupun database komputer.
  • Riset kualitatif, seperti focus groups (wawancara kelompok), word association (meminta responden untuk mengungkapkan respon pertamanya terhadap stimulus words)

3. Masalah keputusan manajemen yang bersifat action oriented

4. Masalah riset pemasaran, berkaitan dengan identifikasi informasi yang diperlukan dan cara terbaik untuk mendapatkannya. Masalah riset pemasaran bersifat information-oriented.

Masalah Keputusan Manajemen VS Masalah Riset Pemasaran

Pemahaman mendalam atas situasi keputusan yang dihadapi akan memungkinkan peneliti bekerja sama dengan manajer dalam menerjemahkan masalah keputusan ke dalam masalah riset. Sebagai contoh situasi introduksi produk baru yang penjualannya dibawah target.

Masalah keputusan yang dihadapi manajer pemasaran adalah apa yang harus dilakukan dengan tidak tercapainya target penjualan tersebut? Haruskah target tersebut direvisi? Haruskan produk baru ditarik? Haruskah salah satu unsur yang lainnya dari bauran pemasaran, misalnya periklanan dirubah? Apakah iklan yang sekarang gagal menciptakan customer awareness? 

Dengan demikian membutuhkan bukti dan riset pada produk tersebut. Perbedaan masalah antara keputusan manajemen dan riset pemasaran cukup membatasi jangkauan dari permasalahan tersebut. Sebagai contoh, berikut perbedaan perumusan masalah keputusan manajemen dan masalah riset pemasaran. 

Tabel Masalah Keputusan Manajemen & Riset Pemasaran


Masalah Keputusan Manajemen Masalah Riset Pemasaran
Haruskah produk baru diluncurkan? Menentukan prefenrensi konsumen dan minat beli atas produk baru yang diusulkan
Haruskah kampanye iklan diubah? Menentukan efektivitas kampanye iklan saat ini
Haruskah harga produk dinaikkan? Menentukan ekastisitas harga permintaan dan dampaknya terhadap penjualan dan laba pada berbagai tingkat perubahan harga
Apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan jumlah panggan tokoX? Menentukan keunggulan dan kelemahan relatif toko X dibandingkan para pesaing utamanya berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan toko



E. Jenis Riset & Kerangka Berfikir Teori

Jenis Riset

Riset pada dasarnya memiliki tujuan, dan jenis riset disesuaikan dengan tujuan dari pada riset itu sendiri. Jenis riset terdiri dari penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif. Perbedaanya sebagai berikut:

1. Kriteria Kualitas
Penelitian kuantitatif adalah rigor artinya menetapkan tingkat kesahihan atau validitas, keandalan atau reliabilitas, serta objektivitas.

Penelitian Kualitatif menggunakan kriteria relevansi artinya signifikasi dari pribadi terhadap lingkungan.

2. Sumber Teori
Penelitian kuantitatif untuk perilaku sosial diarahkan pada verifikasi hipotesis, yang dirumuskan dari teori a priori artinya teori disusun berdasarkan proses deduksi yang bisa diverifikasi dari dunia nyata berdasarkan asumsi a priori. 

Penelitian kualitatif yang berupaya menemukan teori dengan cara menariknya sejak awal dari data yang berasal dari dunia nyata, data dikumpulkan secara sistematis dan teorinya disusun mulai dari dasar untuk memprediksi, menerangkan dan menafsirkan keadaan dalam latar yang sama.

3. Pertanyaan Kausalitas
Penelitian kualitatif dan kuntitatif bertumpu pada pertanyaan sebab akibat (kausal) tetapi ada tekanan yang berbeda.

Contoh Kuantitatif seberapa besar pengaruh penurunan harga terhadap peningkatan volume penjualan? Kualitatif, lebih menekankan pada kejadian tanpa menekankan apa yang menjadi penyebab dan akibat. Contoh: pengamatan tentang perilaku konsumen terhadap produk tertentu.

4. Tipe Pengetahuan yang Digunakan
Kuantitatif mendasarkan pada pengetahuan “proposional” artinya pengetahuan dapat dinyatakan dalam bentuk bahasa. Pengetahuan disusun secara eksplisit dalam bentuk hipotesis yang diuji untuk menentukan validitas.

Kualitatif: “pengetahuan yang diketahui bersama” guna memunculkan teori atau dimaksudkan untuk memperbaiki komunikasi antara peneliti dengan sumber yang diteliti.

5. Pendirian
Kuantitatif berpendirian “reduksionis”, peneliti menyempitkan penelitiannya pada fokus yang terbatas dan tajam, dengan merumuskan pertanyaan/hipotesis kemudian menguji hipotesis secara empirik dan lebih terstruktur, terarah, dan tunggal.

Kualitatif: “ekspansionis” peneliti berusaha mencari prespektif yang mengarahkan pada deskripsi fenomena yang ditemui di lapangan, lebih terbuka dan kompleks sesuai pengamatan di lapangan.

6. Maksud
Kuantitatif: untuk menemukan pengetahuan melalui usaha verifikasi/menguji hipotesis yang dirumuskan secara a priori.
kualitatif: untuk menemukan unsur-unsur atau pengetahuan yang belum ada.

7. Instrumen
Kuantitatif: umumnya memakai peralatan tertulis seperti kertas, dan ballpoint. Kualitatif: mengandalkan peneliti sendiri ikut peran serta yang terlibat langsung dalam kegiatan responden.

8. Waktu Pengumpulan Data & Aturan Analisis
Kuantitatif: telah ditetapkan sebelumnya, peneliti merumuskan instrumen penelitian, memilih dan menentukan alat analisis serta metapkan waktu mulai mengumpulkan dan analisis data.
Kualitatif: data yang dikumpulkan hanya dikategorisasikan secara kasar dan tanpa penekanan pada aturan analisis.

9. Desain
Kuantitatif: menetapkan desain penelitian secara lengkap sebelum penelitian dilaksanakan, hal ini sebagai pemandu dalam langkah penelitian, desain tidak akan berubah sampai penelitian selesai.
Kualitatif: desain dirumuskan secara global, desain dapat berubah sesuaituntutan lapangan.

10. Satuan Kajian
Kuantitatif: menekankan pada satuan kajian yang terdefinisi tajam dan tertutup, berbagai variabel yang dikaji dan hubunganantara variabel menjadi model hipotetik dan kemudian diuji empirik. Kualitatif: satuan kajian dirancang sederhana dan terbuka untuk memperluas atau menambah variabel-variabel penelitian sesuai dengan lapangan.

11. Unsur-Unsur Kontekstual
Kuantitatif: unsur-unsur kontekstual telah ditetapkan sebelumnya peneliti menghindari atau menutup masuknya berbagai unsur fenomena daru ke dalam penelitian.

Kualitatif: berpendirian terbuka atas masuknya fenomena baru yang tidak ditetapkan sebelumnya.

Kerangka Berfikir Teoritikal

Kerangka berfikir teoritikal adalah model konseptual yang ditujukan untuk menggambarkan kompleksitas hubungan anatara faktor-faktor atau variabel-variabel yang diidentifikasi penting dalam suatu permasalahan.

Manfaat : dapat menjabarkan secara jelas konsepsi hipotetik kerumitan hubungan antara variabel-variabel sehingga dapat dijadikan pemandu (road map) / pembuktian secara empiris.

Dalam kerangka berfikir teoritikal terdapat variabel. Variabel merupakan konsep yang memiliki bermacam-macam nilai. Contoh barang adalah konsep. Dan jumlah barang, harga barang, tingkat kualitas barang menunjukan nilai sehingga termasuk variabel.

Nilai dalam variabel dapat berbeda-beda pada perbedaan waktu untuk sebuah objek yang sama atau sebaliknya.

Jenis Variabel

Variabel penelitian dalam kerangka berfikir teoritikal, memiliki jenisnya. Berikut jenis variabel berdasarkan nilainya.

1. Variabel Kontinyu (Continuouse variable).
Variabel yang nilainya dapat ditentukan dalam jarak jangkau tertentu dengan menggunakan desimal tidak terbatas. Contoh : berat barang : 1,8 kg, harga barang : $45. dapat ditulis dalam bentuk angka atau desimal atau pecahan.

2. Variabel Diskrit
Variabel diskrit merupakan variabel pengkategorian sebuah objek. Variabel diskrit terbagi menjadi 2 (dua) yaitu:


  • Variabel dhikotom: variabel yang memiliki dua kategori saja. Misalnya pengkategorian negara (dalam dan luar negeri), jenis kelamin (laki-laki perempuan).
  • Variabel politom: variabel yang memiliki lebih dari dua kategori. Misalnya tingkat pendapatan (tinggi sedang rendah).
Selanjutnya jenis variabel dapat dibedakan pula berdasarkan kausalitasnya (sebab akibat).

Berikut jenis variabelnya.

1. Variabel independent (variabel bebas)
Variabel yang tidak terikat dengan variabel lain dan mempengaruhi atau menjadi penyebab berubahnya variabel dependen.

2. Variabel dependent (variabel terikat)
Variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat dari variabel independen.

3. Variabel moderat (moderating variable)
Variabel yang dapat memperkuat atau memperlemah pengaruh veriabel independen terhadap variabel dependen. Keberadaan variabel ini menjadi variabel ketiga dalam interelasi antar variabel independen dan dependen. Selain itu variabel moderat disebut sebagai variabel independen kedua, karena jika ditinjau dari sisi kausalitasnya maka variabel ini turut mempengaruhi variabel dependen.

Gambar Independen Moderating Dependen

Independen Moderating Dependen


4. Variabel antara (intervening variabel)
Variabel ini muncul sebagai suatu fungsi dari variabel dependen atas pengaruh dari variabel independen, secara operasional veriabel antara membantu menjelaskan pengaruh variabel independent terhadap variabel dependen. 

Kesimpulannya variabel intervening adalah variabel yang berfungsi sebagai variabel yang mengantara pengaruh independen terhadap dependen.
Buat Artikel Ini Lebih Berguna, Bagikan:
close