Makalah MSDM Training atau pelatihan

Kali ini makalahmanajemen.com akan memberikan sebuah makalah tentang makalah msdm dengan judul training atau pelatihan.
Makalah MSDM Training atau pelatihan


BAB I PENDAHULUAN


1.    Latar Belakang

    Pada kurun yang menggelobal ini, sangat-sangat diharapkan adanya training (training) yang professional, lantaran pada tahun 2003 menuntut bangsa Indonesia untuk siap menghadapi pasar bebas (pasar global) lantaran itu training (training) sangat penting pada dunia pendidikan (suatu lembaga) lantaran melalui kemajuan Pendidikan (baik dasar, menengah dan sekolah tinggi tinggi) akan meningkatkan kesiapan bangsa Indonesia untuk menghadapi dunia global. Karena pada pasar global tidak mengandalkan kekuatan modal dan teknologi saja, tetapi juga kebudayaan bangsa (Mangkungara, 2003 : 25).

    Oleh lantaran itu untuk mempersiapkan dan mengantisikasi kondisi yang aman biar di kurun globalisasi ini bisa membangkitkan kembali perekonomian dan pendidikan

2.     Identifikasi Masalah


Berdasarkan latar belakang di atas maka duduk kasus yang diajukan dalam makalah ini yakni : bagaimana inplementasi atau pelatihan-pelatihan dijalankan untuk meningkatkan sumber daya insan di SMPN Darul Hikmah Pagutan
  

3.     Metode


Metode yang dipakai penulis dalam menyusun penelitian yakni analisis diskriptif menurut hasil wawancara dengan pihak lembaga.

4.     Sumber data


Wawancara pribadi dengan pihak forum menyerupai :

a.    Kepala Sekolah Menengah Pertama Darul Hikmah    : Sajudin, S.Pd
b.    Wakil Kepala Sekolah            : H. aLKAN Abdul Munir, S.Pd
c.    Waka kurikulum                     : Khairudin, SP
d.    Tata Usaha                             : Maimunah


BAB IIDISKRIPSI KERANGKA TEORI



A.     Kerangka Teori


Dalam  mencapai tujuannya Sekolah Menengah Pertama Darul Hikmah Pagutan membutuhkan sumber daya insan yang kemudian ditetapkan pada posisi-posisi tertentu yang saling terintegrasi antara yang satu dengan yang lainnya.

  • Menurut Bale Yoder (2003 : 49) training merupakan untuk pegawai dan pengawas
  • Wexley dan Yurki (1976 : 282) training merupakan “usaha berencana, yang diselenggarakan untuk mencapai penguasaan skill, pengetahuan, dan sikap-sikap pegawai atau anggota organisasi. Dan training dimaksudkan untuk pegawai atau anggota organisasi. Dan training dimaksudkan untuk pegawai pada tingkat bawah (pelaksana) sedangkan dari uraian pengertian di atas maka sanggup disimpulkan bahwa pelatihan.
  • Adrew E. Sikulo (1981 : 227) mengemukakan bahwa training merupakan “suatu proses pendidikan jangka pendek. Yang mempergunakan pengetahuan sistematis dan terorganisasi dan teknis dalam tujuan yang terbatas”. Dengan demikian istilah training ditujukan ada pegawai pelaksana (bawah) untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tehnis tenaga kerja.

Metode training yang pada umumnya

Hampir 90 % dari pengetahuan pekerjaan diperoleh melalui :

1.    Metode on the job training.  Metode ini informat observasi sederhana dan gampang serta praktis. Dapat digaris bawahi, pegawai di sini mempelajari pekerjaanya dengan mengamati pekerja lain yang sedang bekerja, dan kemudian mengobservasi perilakunya.

Contoh : Pegawai senior memperlihatkan rujukan cara mengerjakan pekerjaan dan pegawai gres memperhatikannya.

2.    Metode demonstrasi

Contoh : pengajaran operasional mekanik, korelasi interpersonal

3.    Metode Training Oppetniceship

Training Oppetniceship  merupakan suatu cara untuk membuatkan keterampilan (skill) pengerajin atau pertukangan. Metode ini di dasarkan pula pada on the job training dan tidak mempunyai standar format penerima training mendapat bimbingan umum dan sanggup pribadi mengerjakan pekerjaanya.

4.    Metode training ruang kelas

Training ruang kelas merupakan metode yang dipakai di ruang kelas atau ruang pekerjaan. Contoh konferensi di dalam forum sekolah SMPN Darul Hikmah ini memakai training ruang kelas, kerena biasanya metode ruang kelas lebih gampang terjangkau dan lebih praktis.

Profil Sekolah Menengah Pertama Darul Hikmah Pagutan

Sebelum menguraikan bagaimana implementasi dalam training dalam menelaah SDM SMPN Darul Hikmah Pagutan, hal ini lantaran Sekolah Menengah Pertama ini lebih condong menyerupai MTs dimaksudkan untuk memperlihatkan situasi yang fokus sehingga pembahasan menjadi objektif dan menurut kondisi Sekolah Menengah Pertama Darul Hikmah didirikan di karang Genteng Pagutan Mataram.

Sekolah Menengah Pertama Darul Hikmah Pagutan mempunyai visi dan misi sebagai berikut :

a.    Visi
Cerdas, terampil dan berakhlakul karimah

b.    Misi
  • Mengembangkan IPTEK berlandaskan Imtaq
  • Meningkatkan mutu pelayanan pendidikan dan pembelajaran
  • Penerapan administrasi yang aktual dan pengimplementasinya dengan terkait seluruh pihak yang terkait dengan lembaga

c.    Dasar Pendidikan

Dasar training ini dilakukan untuk lebih meningkatkan kualitas dari pada sumber daya guru, biar sanggup menghasilkan output yang terjamin kuantiatas dan kualitasnya dan pendidikan skill-skill mereka

d.    Maksud dan tujuan pelatihan

1.    Maksud

Program training ini (dalam jangka berkala) Sekolah Menengah Pertama Darul Hikmah Pagutan  tahun aliran 2008/2009 ini dimaksud pengembangan skill, dan cara implementasi dalam forum tersebut.

2.    Tujuan

  • Untuk meningkatkan keprofesional orang-orang yang terkait dalam lembaga
  • Untuk meningkatkan pengembangan proses mencar ilmu mengajar 
  • Meningkatkan penghargaan jiwa dan ideologi 
  • Meningkatkan produktivitas kerja
  • Meningkatkan kualitas kerja 
  • Meningkatkan ketetapan perencanaan SDM
  • Meningkatkan sikap moral dan semangat kerja
  • Meningkatkan rangsangan biar pegawai bisa berprestasi secara maksimal 
  • Meningkatkan kesehatan dan keselamatan kerja
  • Menghindari kesenjangan (obsolesecence)
  • Meningkatkan perkembangan pribadi pegawai

Setelah kami analisa dari tujuan-tujuan yang seharusnya sanggup di capai sesuai dengan pembagasan di atas, di sini kami menemukan bahwa impelmentasi dari pelatihan-pelatihan yang di jalankan oleh forum tersebut, hanya beberapa tujuan yang sanggup di capai, menyerupai yang seharusnya di atas. Sebagai mana tujuan yang telah sanggup dijadikan sesuai dengan pelatiannya yaitu:

  • Dapat meningkatkan keprofesional orang yang terkait dalam lembaga
  • Meningkatkan sikap moral dan semangat kerja
  • Meningkatkan proses mencar ilmu megnajar
  • Meningkatkan perkembangan pribadi pegawai

Dari hasil survei yang kami lakukan hanya ini klarifikasi yang kami dapatkan sesuai dengan tujuan yang telah dicapai dalam pengadaan pelatihan


e.    Sasaran

Yang menjadi target dalam pelaksanaan pelatihan, disini yakni instansi yang terkait dan adanya training (dari para guru ke para murid)

Program-Program yang dilaksanakan oleh Sekolah Menengah Pertama Darul Hikmah Pagutan

Program-program ini mencakup 2 bentuk :

1.    Program untuk guru

Dimana program-program ini mencakup 2 bentuk secara umumnya :

  • Program guru teladan (rewordnya) : program, uang, sertifikat, dan lain-lain
  • Program guru yang berhasil memajukan tingkat keberhasilan anak didik. 
 Contoh : dalam pengadakan Try Out untuk kelas 3 Sekolah Menengah Pertama Maka apabila guru tersebut bisa meluluskan minimal 50%maka diberikan keringanan berupa uang, dan barang-barang dan lain-lain dan mungkin ada lagi program-program lain yang dijalankan. Akan tetapi kami mendapat hanya 2 lantaran kepala sekolah dan staf lainnya sedang sibuk mengadakan Try out untuk SMPN Darul Hikmah Pagutan.

2.    Program Untuk Siswa

Ada beberapa jadwal yang dijalankan untuk siswa diantaranya lantaran sekolah ini lebih cenderung menyerupai MTs. Oleh lantaran itu di samping bangunan sekolah juga ada bangunan untuk siswa/siswi yang ingin mondok. Karena itu ada beberapa jadwal antara lain :

a.    Program harian

Program harian ini yakni acara yang dilaksanakan setiap hari menyerupai : Do’a bersama di lapangan sebelum masuk kelas. Setiap malam menyerupai : adanya pengajian-pengajian kitab atau ilmu nahu dan ilmu-ilmu agama yang lain yang menunjang wacana pengetahuan agama.

b.    Program mingguan

Program mingguan yang dijalankan Sekolah Menengah Pertama Darul Hikmah Pagutan yakni sebagai berikut :
  • Apel setiap hari senin, dilanjutkan dengan training pidato untuk siswa dalam 3 bahasa, Bahasa Indonesia Arab, Inggris di depan semua penerima apel sebelum dibubarkan.
  • Lomba kebersihan antar kelas

c.    Program Bulanan

Siswa melakukan kegiatan mukhadarah atau obrolan dengan kepala sekolah wacana pelaksanaan itu. Proses mencar ilmu mengajar dalam satu bulan

d.    Program tahunan

Program tahunan biasanya untuk siswa kelas 3 Sekolah Menengah Pertama Darul Hikmah Pagutan ini yakni perpisahan dan pergi rekreasi ke pantai atau kawasan wisata lainnya dan program-program latihan yang lainnya yang akan dibahas pada halam selanjutnya

Jenis-jenis Pelatihan

1.    Pelatihan untuk guru

Di sini training untuk guru ada 3 tahap, yaitu :

a.    Pelatihan tri wulan     : dimana adanya training MGMP
b.    Pelatihan per 6 bulan : training RPD (Subrayon) di Sekolah Menengah Pertama 7
c.    Pelatihan tahunan       : pembentukan supervisi guru

Dampak dari pelatian MGMP, RPD dan Supervisi guru
  • Meningkatkan kualitas kerja
  • Dapat meningkatkan produktivitas kerja
  • Dapat memperlihatkan sikap moral dan semangat kerja
  • Dapat meningaktkan pengetahuan dan keterampilan para guru
  • Dapat memperlihatkan donasi yang positif.

2.    Pelatihan untuk siswa

a.    Pelatihan kasidah
b.    Pelatihan drum band
c.    Pelatihan MTQ
d.    Pelatihan tahfiz, kitab
e.    Pelatihan beladiri
f.    Pelatihan untuk pengurus osis
g.    Pelatihan kelompok mencar ilmu

Cara Mensinergiskan Program dan Pelatihan Sekolah Menengah Pertama Darul Hikmah Pagutan

Sebagaimana telah dijelaskan sebegitu banyaknya program. Program untuk siswa, dimana jadwal tersebut yang telah dari dulu berlaku hingga menjadi suatu kebiasaan/kebudayaan dari Sekolah Menengah Pertama tersebut sehingga disini para guru tidak lagi harus memerintahkan atau menyuruh akan tetapi jadwal tersebut sudah tumbuh di hati mereka menjadi suatu kebiasaan yang akan menunjang mereka, akan tetapi pihak lembagapun mengantisipasi jika adannya kejenuhan dari pada siswa diantaranya :

  • Dengan adanya jadwal dan training tersebut pihak forum memperlihatkan instruksi bahwa semua jadwal tersebut akan mengakibatkan mereka berprestasi dalam pelajaran namun dari luarnya dan akan membuat rasa disiplin pada siswa.
  • Menjadikan jadwal dan training tersebut menjadi ajang kemenangan dan permainan 
  • Membuat jadwal dan training tersebut menjadi sebuah tradisi sehingga mereka tidak merasa bahwa itu menjadi sebuah peranan yang akan menekan mereka.

Manfaat Program / Pelatihan yang Dilaksanakan

Adapun manfaat untuk siswa :
  1. Dengan adanya jadwal dan training tersebut maka sanggup meningkatkan kualitas daripad siswa
  2. Dapat mengajarkan siswa berlaku disiplin dan sanggup mempergunakan waktu luangnya untuk hal-hal yang bermanfaat.
  3. Melatih siswa biar tidak hanya berprestasi di bidang akamik saja tetapi di luar pelajaran menyerupai : kegiatan-kegiatan extra yang dibahas sebelumnya
  4. Dapat menumbuhkan daya kreatifitas siswa
  5. Dapat membuatkan talenta dan minat yang ada pada siswa.
  6. Dapat menumbuhkan rasa kebersamaan di antara siswa biar interaksi siswa menjadi lebih kondusip.

Manfaat untuk guru :
  1. Dengan adanya jadwal terebut maka guru-guru akan lebih disiplin waktu dan sanggup berjuang bagaimana guru itu mengatur proses mencar ilmu mengajar supaya berjalan lancar dan siswa cepat tanggap
  2. Dengan adanya training yang dilakukan di forum maka sanggup meningkatkan kualitas guru yakni : pengalaman, keterampilan, pengetahuan yang akan diajarkan pada anak didiknya.
  3. Dengan adanya training sanggup meningkatkan kuantitas, bagaimana guru seharusnya menghadapi siswanya baik style, performance, dan humanisme biar sanggup diteladani siswanya.

Pengaruhnya : Dengan adanya jadwal dan training tersebut maka semua warga yang ada di dalam forum sanggup disiplin dalam berprestasi atau berkreasi tidak hanya di bidang pelajaran akan tetapi di bidang lain.

Kendala-kendala yang dihadapi

Kendala yang dihapadi dalam jadwal dan training untuk siswa:

  • Adanya rasa malas dalam mengikuti program-program tersebut
  • Kurang saran dan prasarana

Kendala untuk guru dalam training :

Kendala guru dalam melakukan training yakni : adanya unsur pribadi sehingga tidak sanggup mengikuti pelatihan.

Mengatasi Problem Tersebut

Cara mengatasi duduk kasus tersebut Bapak Kepala sekolah memperlihatkan sanksi-sanksi untuk mereka yang melanggarnya, dengan di panggil menghadap ke kepala sekolah untuk diberikan instruksi dan peringatan.

Refleksi terhadap training yang dilakukan Sekolah Menengah Pertama Darul Hikmah

  • Berdasarkan hasil survei bahwa adanya kemampuan kualitas dari para guru dalam meningkatkan proses mencar ilmu mengajar.
  • Berdasarkan pernyataan siswa maupun pengamatan kita bahwa adanya sikap yang disiplin yang tumbuh dari mereka dan mereka bahagia bukan hanya jadwal dan training yang serius akan tetapi dijadikan sebuah arena permainan 
  • Program dan training tersebut sanggup membfentuk kepribadian fisik, dan jiwa yang kuat
  • Dapat  meningkatkan perencanaan administrasi yang telah di planning terlebih dahulu

Pemeliharaan Lingkungan Sekolah Melalui Beberapa Cara

  • KeamananPenugasan penjaga malam
  1. Pemberian hukuman secara adil, tegas dan educatif yang melanggar tata tertib
  2. Pengarahan kepala sekoilah semua warga sekolah wacana pentingnya keamanan dan ketahanan sekolah 
  3. Pembinaan disiplin kepada semua warga yang terkait

  • Kebersihan
  1. Melaksanakan lomba kebersihan antar kelas
  2. Pemantaun piket komisari oleh ketua kelas
  3. Menyediakan keranjang pada setiap depan kelas
  4. Adanya petugas kebersihan yang memelihara lingkungan sekolah 
  5. Adanya piket dalam membersihkan kawasan ibadah untuk membantu petugas 

3.    Keindahan
 
  • Untuk siswa yang gres masuk atau kelas satu, diperintahkan untuk membawa bunga, dimana bunga itu di jaga hingga mereka kelas 3, bilamana bunga mereka sakah satu dari mereka bunganya masih terawat dan subur hingga ia lulus, maka diber nilai yang paling baik dalam kesenian, salah satu cara memotivasi dalam bidang keindahan.
Penataan taman sekolah
  • Mengatur kerapian meja dan perlengkapan meja guru
  • Perataan kelas dengan gambar-gambar yang patut diteladani (Gambar Pahlawan)

4.    Kertetiban

  • Pengisian bolos siswa, bolos guru dengan teratur
  • Pemakaian seragam harus rapi dan sopan sesuai dengan ketentuan sekolah 
  • Pembinaan dan derma sansi pelaku yang melanggar tata tertib sekolah

Interaksi antara keluarga besar Sekolah Menengah Pertama Darul Hikmah
  • Interaksi kepala sekolah dengan guru, menyerupai halnya keluarga
  • Interaksi guru dengan guru menyerupai : halnya sahabat degan sahabat 
  • Interaksi guru dengan siswa menyerupai : halanya dengan anak 
  • Siswa dengan siswa, menyerupai halnya bersaudara, ada kalanya bersenda gurau dan ada kalanya bertengkar 
  • Kepala sekolah dengan staf administras : menyerupai halnya yang berlaku pada guru-guru.

Hazl ini disebabkan lantaran rata-rata guru berasal dari kalangan orang-orang di desa kawasan sekolah itu berada dan juga para siswa berasal dari desa itu juga. Karena itu memudahkannya berinteraksi




BAB IIIPENUTUP



A.    Kesimpulan


Dengan keberadaanya MSDM maka akan sangat memungkinkan adanya kebiasaan seseorangan/lembaga dalam mengatur dirinya atau lembaganya. Karena adanya MSDM sangat membutuhkan training biar mereka atau forum bisa lebih memperbaiki atau mengoreksi diri apabila ada penyimpangan sehabis adanya pelatihan.

Pelatihan merupakan bentuk awal dari perkembangan ke depan semoga dengan ini, kita akan lebih mengacu atau menjadi pedoman dalam mengimplementasikan apa yang di sanggup dari training tersebut.


B.    Saran


Dengan terbentuknya makalah ini, maka dari itu makalah ini masih sangat banyak kekurangannya, lantaran itu kami mengharapkan kritik dan saran pembangun untuk makalah-makalah yang selanjutnya.





DAFTAR PUSTAKA


Oemar, 2005. Pengembangan SDM Manajemen Pelatihan Ketenaga kerjaan Pendekatan Terpadu, Jakarta : Bumi Aksara

Mangkunegara, 2003. Perencanaan dan Pengembangan SDM, Bandung : Rafika Aditama
Buat lebih berguna, kongsi:
close