Makalah Administrasi Motivasi


MOTIVASI
Makalah  ini disusun untuk memenuhi tugas
Mata Kuliah Manajemen

FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2016



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Motivasi sanggup ditafsirkan dan diartikan berbeda oleh setiap orang sesuai kawasan dan keadaan dari masing-masing orang tersebut. Perbedaan itu lantaran menyangkut hubungan-hubungan yang dialami seseorang dalam oeganisasi. Dimana semakin bertambah banyak, baik secara vertikal maupun horizontal sesuai dengan penambahan jumlah tingkatan dan ekspansi organisasi. Konsep motivasi digunakan untuk menggambarkan kekerabatan antara impian dengan tujuan, kebutuhan, rangsangan. Motivasi juga merupakan subjek yang penting untuk manager, lantaran berdasarkan definisi manajer harus bekerja dengan dan melalui orang lain.
seorang manajer yang notabenya tidak bisa bekerja tanpa adanya orang lain, sehingga manajer juga harus pandai-pandai memotivasi orang lain semoga sanggup bekerja sama sesuai dengan harapan. dengan demikian motivasi mempunyai peranan penting sebagai subyek yang membangun dengan dosis yang tidak bisa di ukur secara rasional, tetapi juga harus disimpulkan dari prilaku orang yang yang sanggup mencerna bentuk motivasi itu sendiri.
Kondisi mental yang lemah didalam tiap-tiap individu juga harus diatasi dengan beberapa hal yang dinamakan motivasi, sehingga insan sanggup memanajemen dirinya sendiri bahkan orang lain dalam bekerja. Dengan beberapa teori-teori terhadap motivasi dan tujuan yang terang penulis mencoba untuk membahas perihal sebuah dorongan mental yang berupa motivasi yang sangat penting didalam dunia manajemen. Harapan penulis dengan pembahasan ini menimbulkan timbulnya diskusiaktif untuk menghasilkan pemahaman yang berkwalitas yang sanggup digunakan dalam memanajemen diri sendiri bahkan orang lain di dunia kerja.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apakah pengertian motivasi?
2.      Apa sajakah model-model motivasi?
3.      Apa sajakah teori dalam motivasi?

BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian motivasi
Motivasi berasal dari kata motif (motive), yang berarti dorongan. Dengan demikian, motivasi berarti suatu kondisi yang mendorong atau menjadi alasannya seseorang melaksanakan suatu perbuatan atau kegiatan, yang berlangsung secara sadar. Banyak pengertian motivasi,diantaranya adalah:
1.            Dalam kutipan Wilson Bangun dalam buku yang berjudul Manajemen Sumber Daya Manusia, Mathis dan Jackson (2006) menyampaikan bahwa “motivasi merupakan hasrat di dalam seseorang mengakibatkan orang tersebut melaksanakan suatu tindakan”. Seseorang melaksanakan tindakan untuk sesuatu hal dalam mencapai tujuan, oleh alasannya itu, motivasi merupakan pencetus yang mengerahkan pada tujuan dan itu jarang muncul dengan sia-sia.[1]
2.            Sedangkan Komang Ardana dalam buku yang berjudul Perilaku Keorganisasian mengutip pendapat dari Robbins dan coulte bahwa “Motivasi ialah keadilan untuk mengeluarkan tingkat upaya yang tinggi untuk tujuan organisasi yang dikondisikan oleh kemampuan upaya itu dalam memenuhi beberapa kebutuhan individu tertentu”. [2]
3.            Dalam buku yang berjudul Pengantar Manajemen, Ernie Tisnawati dan Kurniawan Saefullah mengutip pendapat dari french dan Raven,“Motivasi ialah sesuatu yang mendorong seseorang untuk mengambarkan sikap tertentu”. [3]
Berdasarkan uraian diatas, sanggup disimpulkan motivasi ialah sebagai suatu tindakan untuk mensugesti orang lain semoga berperilaku secara teratur dan sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan.
B.     Model-model dalam Motivasi
1.      Model Tradisional
Model Tradisional (traditional approuch) pertama kali dikemukakan oleh Frederick W Taylor dari menejemen ilmiah (scientific management school). Dalam model ini yang menjadi titik berat ialah pengawasan (controlling) dan pengarahan (directing). Dengan demikian Karyawan akan termotivasi untuk produksi secara maksimal lantaran mengingat jumblah upah yang banyak.
2.      Model Hubungan Manusiawi
Model kekerabatan insan (Human Relation Model) selalu dikaitkan dengan pendapat Elton Mayo. Model kekerabatan manusiawi yaitu para manajer dianjurkan untuk bisa memotivasi para karyawan dengan mengakui kebutuhan sosial mereka dan dengan menciptakan mereka nyaman, sehingga sanggup meningkatkan kualitas kerjanya. Salah satunya dengan cara memberi karyawan lebih banyak waktu kebebasan untuk mengambil keputusan dalam menjalankan pekerjaannya.[4]
3.      Pendekatan Sumber Daya Manusia
Model Sumber Daya Manusia menawarkan motivasi yang sangat beraneka ragam, bukan hanya motivasi lantaran uang ataupn keinginan akan kepuasan, tetapi juga kebutuhan untuk berprestasi dan mempunyai arti dalam bekerja.

C.    Teori-Teori Motivasi
1.      Teori Hierarki Kebutuhan
Teori ini pertama kali dikemukakan oleh Abraham Maslow, mungkin bisa dikatakan teori inilah yang paling terkenal bila dibanding dengan teori teori motivasi lainnya. Teori ini menjelaskan bahwa setiap insan mempunyai kebutuhan (need) yang munculnya sangat tergantung pada kepentingannya yang berupa Kebutuhan Fisiologis, Kebutuhan Rasa Aman, Kebutuhan Sosial, Kebutuhan akan penghargaan.[5]
2.      Teori Dua Faktor
Teori ini pertama kali dikemukakan oleh Frederick Herzberg. Dalam teori ini dikemukakan bahwa, Menurut Teori Dua Faktor (two-factors theory), factor-faktor bersih mensugesti motivasi dan kepuasan hanya jikalau factor itu tidak sanggup atau gagal memenuhi harapan-harapan karyawannya.
3.      Teori Motivasi McClelland
David McClelland menawarkan bantuan bagi pemahaman motivasi dengan mengidentifikasi tiga macam kebutuhan yang berupa prestasi, berkuasa dan berafiliasi.
4.      Teori Pengharapan (Expectancy theory)
Menurut Victor Vroom (teori nilai pengharapan Vroom) menjelaskan individu diperkirakan akan menjadi pelaksana dengan prestasi tinggi bila ada kemungkinan perjuangan akan lebih berkembang, sehingga ada tindakan yang berupa dukungan imbalan atas prestasi tersebut.
5.      Pembentukan Perilaku (Operant conditioning)
Teori ini dikemukakan oleh B.F. Skinner yang didasarkan pada aturan efek (Law of Effect), bahwa sikap yang diikuti dengan konsekuensi-konsekuensi pemuasan cenderung diulang, sedang sikap yang diikuti konsekuensi eksekusi cenderung tidak diulang, dengan demikian manajer harus pandai-pandai mengelola karyawannya dengan eksekusi yang terang demimemotivasi karyawan.
6.      Teori Porterm Lawyer
Merupakan teori pengharapan dari motivasi dengan versi orientasi masa mendatang dan menekankan antisipasi balasan atau hasil. Model pengharapan menyajikan sejumlah implikasi bagi manajer perihal bagaimana seharusnya memotivasi bawahan dan implikasi.
7.      Teori Keadilan
Faktor kunci bagi manajer semoga dianggap adil danlam memotivasi yaitu mengetahui apakah ketidakadilan dirasakan, bukan apakah ketidakadilan secara faktual ada. Dengan demikian jikalau perusahaan berlaku tidak adil maka tidak akan muncul motivasi dari karyawanya.[6]
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
      Motivasi ialah suatu keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong untuk melaksanakan suatu kegiatan, guna mencapai keinginan atau tujuan. motivasi ialah suatu tindakan untuk mensugesti orang lain semoga berperilaku secara teratur dan sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan. Motivasi juga ialah filsafat, atau pandangan hidup yang dibuat berdasar kebutuhan dan keinginan karyawan.
     
DAFTAR PUSTAKA

Bangun, Wilson, Manajemen Sumber Daya Manusia, Jakarta: Erlangga, 2012.
Komang Ardana dkk, Perilaku keorganisasian, Yogyakarta: Graha Ilmu, 2009.
Trisnawati Sule, Ernie dan Kurniawan Saefullah, Pengantar Manajemen, Jakarta: Kencana Prenadamedia Group, 2005.
Strauuss, George dan Leonard R. Sayles, Manajemen Personalia, Jakarta: CV Trauma Grafika, 1996.
Solihin ismail, Pengantar Manajemen, Jakarta:PENERBIT ERLANGGA, 2002
Effendi, Usman, Asas Manajemen, Jakarta: Rajawali Pers, 2014.




[1] Wilson Bangun, Manajemen Sumber Daya Manusia, (Jakarta:Erlangga, 2012), hlm. 313
[2] Komang Ardana dkk, Perilaku keorganisasian, (Yogyakarta:Graha Ilmu, 2009), hlm.30
[3] Ernie Tisnawati dkk, Pengantar Manajemen, (Jakarta:Kencana Prenadamedia Group, 2005), hlm.235
[4] Usman Effendi, Asas Manajemen, (Jakarta: Rajawali Pers, 2014), hlm.153.
[5] Ismail Solihin, Pengantar manajemen, (Jakarta: PENERBIT ERLANGGA),hlm.158
[6] Ismail Solihin, Pengantar manajemen, (Jakarta: PENERBIT ERLANGGA),hlm.159
Buat lebih berguna, kongsi:
close