Makalah Penerapan Administrasi Warta Pt. Indofood



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Manajemen sistem info (SIM) (bahasa Inggris: management information system, MIS) yakni sistem perencanaan bab dari pengendalian internal suatu bisnis yang meliputi pemanfaatan manusia, dokumen, teknologi, dan mekanisme oleh akuntansi manajemen untuk memecahkan persoalan bisnis ibarat biaya produk, layanan, atau suatu seni manajemen bisnis. Manajemen sistem info dibedakan dengan sistem info biasa alasannya yakni SIM dipakai untuk menganalisis sistem info lain yang diterapkan pada kegiatan operasional organisasi. Secara akademis, istilah ini umumnya dipakai untuk merujuk pada kelompok metode manajemen info yang bertalian dengan otomasi atau proteksi terhadap pengambilan keputusan manusia, contohnya sistem pendukung keputusan, sistem pakar, dan sistem info eksekutif.
Sistem Informasi sangat memperngaruhi keberhasilan maupun kegagalan tujuan bisnis dari suatu perusahaan. Selain faktor sumber daya manusia, manajemen sistem info sangat penting implementasinya alasannya yakni bekerja secara sinergis biar sanggup melaksanakan minimalisasi sumber daya namun menghasilkan output maksimal. Selain itu, implementasi SIM ini di suatu perusahaan atau organisasi akan mengurangi resiko kegagalan terutama ketika penggunaan sumber daya.
Sebagaimana yang kita ketahui, sistem info memegang peranan penting apalagi di jaman yang serba canggih ini. Hampir di semua lini kehidupan sudah memakai aplikasi ini. Mengapa? Di jaman yang globalisasi dan digital ini, semua perangkat kehidupan banyak ditopang oleh aplikasi ini sebagai alat bantu, seperti: sistem scanner dibidang kedokteran, perbankan, teknologi hingga sistem keamanan yang semuanya sangat tergantung pada piranti lunak (software) dan piranti keras (hardware) ini. Tentu ada kekurangan-kekurangannya disamping ada kelebihannya. Ketelitian, akurat dan irit tenaga yakni kelebihan dari penggunaan sistem info ini. Namun kekurangannya, bila terjadi error bisa berakibat fatal, deleting data bahkan adanya pencurian data yang tentunya sangat merugikan baik pihak perusahaan maupun organisasi yang berkepentingan.
Fungsi dari manajemen sistem info itu adalah:
1.      Menyediakan info yang dipergunakan di dalam perhitungan harga pokok jasa, produk, dan tujuan lain yang diinginkan manajemen.
2.      Menyediakan info yang dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan.
Menyediakan info untuk pengambilan keputusan
Komponen Sistem Informasi
Komponen sistem info ini yang berupa piranti keras (hardware) yaitu computer atau laptop, meliputi: instruksi, fakta yang tersimpan, insan dan prosedur. Sedangkan Sistim Informasi itu sendiri sanggup dikategorikan dalam empat bagian:
1.      Manajemen sistem informasi
2.      Sistem Pendukung Keputusan
3.      Sistem Informasi Eksekutif
4.      Sistem Pemrosesan Transaksi
Sistem info manajeman digambarkan sebagai sebuah bangunan piramida dimana lapisan dasarnya terdiri dari informasi, klarifikasi transaksi, klarifikasi status, dan sebagainya. Lapisan berikutnya terdiri dari sumber-sumber info dalam mendukung operasi manajemen sehari-hari. Lapisan keriga terdiri dair sumber daya sistem info untuk membantu perencanaan taktis dan pengambilan keputusan untuk pengendalian manajemen. Lapisan puncak terdiri dari sumber daya info utnuk mendukung perencanaan dan perumusan kebijakan oleh tingkat manajemen.



B.     Tujuan Pembuatan Makalah
Menganalisi implementasi dari penerapan manajemen sistem info pada perusahaan dan pengaruhnya terhadap keberhasilan serta kegiatan proses produksi untuk mencapai sasaran perusahaan.



























BAB II
TUJAUN TEORI
A.    Landasan Teori
Menurut James O’Brien (2008) sistem yakni sekelompok komponen yang saling berhubungan, bekerja bersama untuk mencapai tujuan bersama dengan mendapatkan input serta menghasilkan output dalam proses transformasi yang teratur. Informasi yakni data yang telah dikonversi ke dalam konteks yang bermakna dan berkhasiat bagi pengguna simpulan tertentu. Sehingga sanggup ditarik kesimpulan bahwa sistem info sanggup merupakan kombinasi teratur dari orang-orang, hardware, software, jaringan komunikasi, dan sumber daya data yang mengumpulkan, mengubah, dan membuatkan info dalam sebuah organisasi. Manusia bergantung pada sistem info untuk melaksanakan komunikasi dengan peralatan fisik (hardware), instruksi pemrosesan info atau mekanisme (software), jaringan komunikasi (network), dan data (data resources). T.Hani Handoko (1997) mendefinisikan manajemen yakni proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya-sumber daya organisasi lainnya biar mencapai tujuan organisasi yang telah di tetapkan. Sedangkan berdasarkan George R. Terry (1986) bahwa manajemen yakni merupakan proses yang terdiri dari tindakan-tindakan, perencanaan, pengorganisasian, menggerakan dan pengawasan, yang di lakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah di menetapkan melalui pemanfaatan sumber daya insan serta sumber-sumber yang lain.
B.     Peran Utama Sistem Informasi
Menurut O’Brien terdapat 3 tugas utama sistem info dalam bisnis yaitu
1.      Mendukung proses bisnis dan operasional
Mulai dari akuntansi hingga dengan penelusuran pesanan pelanggan, sistem info menyediakan proteksi bagi manajemen dalam operasi/kegiatan bisnis sehari-hari. Ketika tanggapan/respon yang cepat menjadi penting, maka kemampuan Sistem Informasi untuk sanggup mengumpulkan dan mengintegrasikan info keberbagai
2.      Mendukung pengambilan keputusan.
Sistem info sanggup mengkombinasikan info untuk membantu manager menjalankan menjalankan bisnis dengan lebih baik, info yang sama sanggup membantu para manajer mengidentifikasikan kecenderungan dan untuk mengevaluasi hasil dari keputusan sebelumnya. Sistem Informasi akan membantu para manajer membuat keputusan yang lebih baik, lebih cepat, dan lebih bermakna.
3.      Mendukung seni manajemen untuk keunggulan kompetitif
Sistem info yang dirancang untuk membantu pencapaian sasaran strategis perusahaan sanggup men-ciptakan keunggulan bersaing di pasar.
SIM merupakan kumpulan dari sistem informasi
1.      Sistem info akuntansi (accounting information systems), menyediakan info dan transaksi keuangan.
2.      Sistem info pemasaran (marketing information systems), menyediakan info untuk penjualan, promosi penjualan, kegiatan-kegiatan pemasaran, kegiatan-kegiatan penelitian pasar dan lain sebagainya yang bekerjasama dengan pemasaran.
3.      Manajemen sistem info persediaan (inventory management information systems).
4.      Sistem info personalia (personal information systems).
5.      Sistem info distribusi (distribution information systems).
6.      Sistem info pembelian (purchasing information systems).
7.      Sistem info kekayaan (treasury information systems).
8.      Sistem info analisis kredit (credit analysis information systems).
9.      Sistem info penelitian dan pengembangan (research and development information systems).
10.  Sistem info analisis software
11.  Sistem info teknik (engineering information systems).

C.    Manfaat Sistem Informasi
1.      Manfaat sistem info berdasarkan O’Brien dan Marakas (2008)
2.      Mendukung fungsi dari area bisnis untuk mencapai tujuan yang meliputi bab keuangan, akuntansi, operasional, pemasaran, dan sumber daya manusia.
3.      Untuk meningkatkan efisiensi dari proses produksi, meningkatkan efisiensi dari proses produksi, meningkatkan produktivitas pekerja, memperlihatkan pelayanan dan kepuasan pelanggan.
4.      Sebagai sumber utama info dan mendukung pengambilan keputusan efektif yang diambil oleh manajer dan profesional bisnis.
5.      Untuk mengembangkan produk dan jasa yang kompetitif dan sebagai sebuah laba strategik dalam menghadapi persaingan global.
6.      Sebagai komponen utama dalam sumber daya infrastruktur dan kehandalan jaringan bisnis masa kini.
















BAB III
PEMBAHASAN
A.    Pembahasan
Mengingat begitu pentingnya peranan dari organisasi manajeman sistem informasi, maka sudah sewajarnya semua lini perusahaan menerapkan manajemen sistem info demi efisiensi dan efektifitas kinerja perusahaan dalam mencapai sasaran perusahaannya. Kita bisa membandingkan, tingkat efektifitas kinerja perusahaan antara 2 perusahaan antara yang memakai manajemen sistem info dengan perusahaan yang masih menganut sistem kontemporer/konservatif.
Makalah ini menyajikan studi kasus perihal penerapan manajeman sistem info di PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (dahulu PT. Indofood Sukses Makmur Tbk, PT Gizindo Primanusantara, PT Indosentra Pelangi, PT Indobiskuit Mandiri Makmur, dan PT Ciptakemas Abadi) (IDX: ICBP) merupakan produsen banyak sekali jenis kuliner dan minuman yang bermarkas di Jakarta, Indonesia. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1990 oleh Sudono Salim dengan nama Panganjaya Intikusuma yang pada tahun 1994 menjadi Indofood. Perusahaan ini mengekspor materi makanannya hingga Australia, Asia, dan Eropa. Sejarah dari PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk dahulu mencapai kesepakatan denangan perusahaan asal Swiss, Nestle S.A, untuk mendirikan perusahaan joint venture yang bergerak di bidang manufaktur, penjualan, pemasaran, dan distribusi produk masakan di Indonesia maupun untuk ekspor. Kedua perusahaan sama-sama mempunyai 50% saham di perusahaan yang diberi nama PT Nestle Indofood Citarasa Indonesia. Baik ISM maupun Nestle percaya, mereka sanggup bersaing secara lebih efektif di Indonesia melalui penggabungan kekuatan dalam bentuk perusahaan dan tim yang berdedikasi untuk itu. Menurut Anthoni Salim, Dirut & CEO ISM, pendirian perjuangan patungan ini akan membuat peluang untuk memanfaatkan dan mengembangkan kekuatan yang dimiliki kedua perusahaan yang menjalin perjuangan patungan tersebut. Dalam kerjasama ini, ISM akan memperlihatkan lisensi penggunaan merek-mereknya untuk produk kuliner, ibarat Indofood, Piring Lombok, dan lainnya kepada perusahaan gres ini. Sementara itu, Nestle memperlihatkan lisensi penggunaan merek Maggi-nya. Perusahaan patungan ini diharapkan akan memulai operasinya pada 1 April 2005.
Dalam beberapa dekade ini PT Indofood Sukses Makmur Tbk (“Indofood” atau “Perseroan”) telah bertransformasi menjadi sebuah perusahaan Total Food Solutions dengan kegiatan operasional yang meliputi seluruh tahapan proses produksi makanan, mulai dari produksi dan pengolahan materi baku hingga menjadi produk simpulan yang tersedia di pasar. Kini, Indofood dikenal sebagai perusahaan yang mapan dan terkemuka di setiap kategori bisnisnya. Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, Indofood memperoleh manfaat dari ketangguhan model bisnisnya yang terdiri dari empat Kelompok Usaha Strategis (“Grup”) yang saling melengkapi sebagai berikut:
1.      Produk Konsumen Bermerek (“CBP”). Kegiatan usahanya dilaksanakan oleh PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (“ICBP”), yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia (“BEI”) semenjak tanggal 7 Oktober 2010. ICBP merupakan salah satu produsen kuliner dalam kemasan terkemuka di Indonesia yang mempunyai banyak sekali jenis produk kuliner dalam kemasan. Berbagai merek produk ICBP merupakan merek–merek yang terkemuka dan dikenal di Indonesia untuk kuliner dalam kemasan.
2.      Bogasari, mempunyai kegiatan perjuangan utama memproduksi tepung terigu dan pasta. Kegiatan perjuangan Grup ini didukung oleh unit perkapalan dan kemasan.
3.      Agribisnis. Kegiatan operasional di bidang agribisnis dijalankan oleh PT Salim Ivomas Pratama Tbk (“SIMP”) dan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (“Lonsum”), yang sahamnya tercatat di BEI, serta merupakan anak perusahaan Indofood Agri Resources Ltd. (“IndoAgri”), yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Singapura. Kegiatan perjuangan utama Grup ini meliputi penelitian dan pengembangan, pembibitan, pemuliaan dan pengolahan kelapa sawit hingga produksi dan pemasaran minyak goreng, margarin dan shortening bermerek. Di samping itu, kegiatan perjuangan Grup ini juga meliputi pemuliaan dan pengolahan karet dan tebu serta tanaman lainnya.
4.      Distribusi, mempunyai jaringan distribusi yang paling luas di Indonesia. Grup ini mendistribusikan hampir seluruh produk konsumen Indofood dan anak–anak perusahaannya, serta banyak sekali produk pihak ketiga
Perusahaan, yang juga beroperasi di China dan Nigeria menjual lebih dari 8 miliar paket mie instant tiap tahunnya. Disamping beberapa variasi porduk antara lain snack,kecap, bumbu penyedap, kuliner bayi dan soft drink. Cakupan bisnis perusahaan Indofood dan peningkatan pasar kedepannya membuat Enterprise Resource Planning (ERP) merupakan faktor penting dalam kesuksesan perusahaan. Perbedaan varian dari mie instant harus berisi bumbu yang sempurna yang diproduksi oleh Food Ingredient Division (FID).Setiap divisi harus menyesuaikan planning produk (Production Plans) mereka sehingga akan selalu tersedia segala jenis bumbu yang dibutuhkan oleh banyak sekali varian dari mie instant. Pada waktu yang sama, mereka harus menjaga biar persediaan di gudang seminimal mungkin. Hanya aplikasi ERP yang sanggup membuat hal itu sanggup diatur dan dijadwalkan dengan sebaik mungkin. Dari Perencanaan dan Kontrol Produksi, melalui kebutuhan peramalan dan inteligensi bisnis, Indofood mempercayakan SAP R/3 sebagai solusi ERP, SAP Advance Plannerand Optimizer (SAP APO) sebagai solusi Supply Chain Management (SCM) dan mySAP Business Intelligence dengan SAP Business Information Warehouse (SAPBW).
Ketika menentukan platform dari system ERP, Indofood melihat 3 buat kriteria antara lain reliability, scalability dan fasilitas manajemen. Dengan melihat criteria itu, terpilihlah IBM iSeries sebagai platform hardware yang digunakan. iSeries mempunyai keamanan, skalability dan efisiensi biaya dalam mendukup SAP, dan membantu perusahaan Indofood memaksimalisasi nilai dari solusi SAP. Ketika Indofood memperluas inti dari system SAP R/3 untuk memasukkan SAP BWdan SAP APO, tidak ada yang perlu dipertanyakan lagi untuk mengganti platform server. Data SAP tersimpan dan diatur oleh IBM BD2 Database Management. iSeries telah berjalan dengan sangat baik, dan kami mempunyai kemampuan dasar dari OS/400. Oleh alasannya yakni itu, merupakan pilihan logis kalau kami tetap mempertahankan teknologi dari IBM ini. iSeries memperlihatkan virtually trouble-free operation, dan memperlihatkan apapun yang kami butuhkan sesuai dengan kriteriakami yaitu scalability, reliability, dan maintainability.
B.     Faktor-Faktor Keberhasilannya adalah:
1.      Menyesuaikan Minat Konsumen.
Agar mendapatkan efisiensi produksi yang luar biasa dan memaksimalkan pendapatan, Indofood harus sanggup jeli melihat impian konsumen sebaik mungkin diwaktu yang akan datang. Dengan memakai solusi SAP, Indofood dapatmenganalisis transaksi data secara mendetail, untuk melihat perubahan pola yangterjadi dalam minat konsumen dan kemudian merespon secara efektif. “Sebagai contoh, kita sanggup menganalisis info rasa apa saja yang paling laristerjual di kota Sukabumi atau rasa apa saja yang tidak laku di Sibolga, sehingga kita sanggup mengirimkan jenis rasa mie instant yang sempurna ditempat yang dituju, sehingga akan meningkatkan potensi penjualan. SAP memperlihatkan info yang mendetail dengan sangat cepat dimana hal tersebut merupakan laba bisnis yang vital,” kata Gunawan. Informasi penjualan memperlihatkan inputan ke dalam SAP APO, dimana ia akan memperlihatkan info terencana pada produk apa saja yang harus di produksi, berapa jumlahnya dan dipabrik mana akan diproduksi.

2.      Distribusi Informasi
Sedangkan data yang disediakan oleh SAP R/3 sistem dan SAP APO sangat penting untuk perencanaan produksi dan pengendalian persediaan di bab operasional, manajemen menengah dan tim direktur tidak perlu data transaksi yang mentah. Gunawan mengatakan, “Yang mereka butuhkan yakni info mengena ikeseluruhan performa bisnis, arus kas, dan beberapa hal detail operasional. Untuk meningkatkan akurasi maupun ringkasan manajemen yang sempurna waktu, kamimengimplementasikan SAP BW pada bulan Juli 2003 Aplikasi tersebut sanggup memperlihatkan info yang sangat mendetail, ibarat pencacahan berapa pak sesungguhnya Indomie rasa kari ayam yang terjual di suatu area selama periode tertentu.
3.      Integrasi Sistem Hilir
Dengan sistem ERP kelas dunia, Indofood telah memulai untuk perencanaan ke depan, bertujuan untuk memperluas operasinya sekaligus meningkatkan efisiensi biaya.“Salah satu tujuan bisnis kami ketika ini yakni untuk mengelompokkan pelanggan-pelangan kami dengan lebih akurat, kemudian melayani setiap kelompok sesuai minatnya masing-masing.” kata Gunawan. “Kami akan bekerja lebih bersahabat dengan para biro hingga pengecer. Ini akan memungkinkan kami kami untuk meningkatkan perencanaan kapasitas dan membantu kami meningkatkan efisiensi serta mengurangi biaya. Beberapa biro Indofood, ibarat Indomarco, juga dalam proses pengembangansistem ERP mereka, dan sanggup memperpanjang kepada pengecer mereka. Rencananya yakni untuk mengintegrasikan sistem antara kawan perusahaan supaya memuluskan proses e-commerce. Sudah jelas, bahwa platform komputasi terbuka yakni mutlak diperlukan.untuk mendukung integrasi sistem hilir, yang akan memungkinkan interoperabilitas aplikasitermasuk warisan sistem dan ajaran data realtime melalui banyak sekali sistem ERP.
4.      Pengarsipan Dokumen
Akhirnya Indofood juga melaksanakan penyederhanaan sistem pengarsipan, dengan memakai IBM Content Manager CommonStore untuk SAP. Software ini bertindak sebagai pengarsipan manajemen data terpadu dan solusi distribusi, mengintegrasikan dokumen SAP dan non-SAP ke arsip tunggal untuk memaksimalkan efisiensi sistem dan mengurangi biaya administrasi.
“Dengan memakai IBM Content Manager CommonStore untuk SAP, kita bisa mengurangi kebutuhan penyimpanan dokumen kami, sementara tetapmempertahankan kemampuan untuk mengambil dokumen usang ibarat laporan pajak tanpa kesulitan”, Gunawan menyimpulkan.



















BAB IV
PENUTUP
A.    Kesimpulan
1.      Penerapan manajemen sistem info di PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk membawa manfaat sebagai penunjang keberhasilan perusahaan dalam rangka efisiensi dan efektifitas kinerja perusahaan.
2.      Memberikan info yang lebih akurat sehingga perusahaan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk bisa membidik sasaran pasar yang sempurna sasaran.
3.      Bisa mengkoreksi kelemahan-kelemahan sistem yang ada di PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk sehingga bisa dilakukan perbaikan demi kemajuan perusahaan .
4.      Memberikan nilai yang inovatif dan kreatif dalam membuat produk gres dan tentu saja akan menumbuhkan minat konsumen dalam membeli produk-produk terbaru dari PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.
B.     Saran
1.      Perlu adanya upaya perbaikan pada kelemahan-kelemahan sistem baik internal maupun eksternal perusahaan di PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk sehingga perusahaan mengoptimalkan produk yang sesuai kondisi pasar yang lebih inovatif dan kreatif.
2.      Penyediaan tenaga-tenaga terlatih untuk mendukung implementasi penerapan manajemen sistem info di PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk sehingga lebih berdaya guna, efisien serta irit biaya
3.      Perlu adanya upaya ekspansi pasar yang diiringi dengan peningkatan baik kualitas maupun kuantitas produk oleh PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk




Daftar Pustaka
Alter, S. 2006. The Work System Method: Connecting People, Processes, and IT for Business Results. Works System Press, California.

Angus, R. B [et.al]. 1997, Planning-Performing and Controlling Projects, 2nd edition, Prentice Hall Inc, New Jersey.

Barrie, D. S. and Paul Son, R. C. 1984. Professional Construction Management, 2nd edition. McGraw Hill Inc, New York.

Degoff, R. A and Friedman, H. A. 1985, Construction Management, John Wiley & Sons, New York.

Handoko, T. Hani. 1999. Dasar-Dasar Manajemen Produksi dan Operasi. BPFE, Yogyakarta

Ivancevich, J. M., and Matteson, M. T, 1987. Organizational Rehavior and Management, Business Publications Inc, Texas

Mc Leod R & Schell GP. 2008. Manajemen Sistem Informasi, Edisi 10, Terjemahan, Jakarta: Salemba Empat

O’Brien, J A. 2003. Introduction To Information Systems: Essentials for the, e-business enterprise. McGraw-Hill, Boston, MA

O’Brien, James A dan Marakas, George M. 2008. Management Information System. McGraw-Hill, Boston, MA. Copyright 2008

Terry, George. R. 1991. Prinsip-Prinsip Manajemen. Bumi Aksara, Jakarta



Buat lebih berguna, kongsi:
close