Makalah Pengawasan Berdasarkan Para Ahli



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Supervisi pendidikan atau yang lebih dikenal dengan pengawasan pendidikan mempunyai konsep dasar yang saling berhubungan meskipun keduanya mempunyai perbedaan tertentu. Dalam konsep dasar pengawasan dan supervisi pendidikan dijelaskan beberapa dasar-dasar perihal konsep supervisi pendidikan itu sendiri. Pendidikan berbeda dengan mengajar, pendidikan yaitu suatu proses pendewasaan yang dilakukan oleh seorang pendidik kepada penerima didik dengan memperlihatkan stimulus positif yang meliputi kognitif, afektif, dan psikomotorik. Sedangkan pengajaran hanya meliputi kognitif saja artinya pengajaran yaitu suatu proses pentransferan ilmu pengetahuan tanpa membentuk perilaku dan kreatifitas penerima didik. Oleh alasannya itu, pendidikan haruslah diawasi atau disupervisi oleh supervisor yang sanggup disebut sebagai kepala sekolah dan pengawas-pengawas lain yang ada di departemen pendidikan. Pengawasan di sini yaitu pengawasan yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja para pendidik dan pegawai sekolah lainnya dengan cara memperlihatkan pengarahan-pengarahan yang baik dan bimbingan serta masukan perihal cara atau metode mendidik yang baik dan professional.[1]
Dalam perkembangannya supervisi pendidikan memperlihatkan imbas yang baik pada perkembangan pendidikan di Indonesia, terutama pendidikan Islam sebagaimana konsentrasi pembahasan pada mata kuliah ini dan juga pembahasan yang dikupas didalamnya, sehingga para pendidik mempunyai kemampuan mendidik yang kreatif, aktif, efektif dan inovatif. Dan dengan adanya mata kuliah supervisi pendidikan Islam pada institusi yang bergerak dalan bidang pendidikan akan lebih menunjang para mahasiswa untuk mengetahui bagaimana mengawasi atau mensupervisi pada pendidikan yang baik.
Dalam makalah ini akan penulis paparkan beberapa konsep dasar perihal supervisi pendidikan Islam, akan tetapi dengan keterbatasan referensi yang berkaitan dengan supervisi pendidikan Islam secara langsung, penulis akan membahasan pengawasan dan supervisi pendidikan serta aspek-aspek yang bekerjasama dengannya secara global saja, beserta sub-subnya yang semuanya akan penulis sebutkan dalam rumusan duduk kasus dibawah ini.




























BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Pengawasan
George R. Tery (2006:395) mengartikan pengawasan sebagai mendeterminasi apa yang telah dilaksanakan, maksudnya mengevaluasi prestasi kerja dan apabila perlu, menerapkan tidankan-tindakan korektif sehingga hasil pekerjaan sesuai dengan planning yang telah ditetapkan.
Robbin (dalam Sugandha, 1999 : 150) menyatakan pengawasan itu merupakan suatu proses acara yang sangat mendasar, sehingga membutuhkan seorang manajer untuk menjalankan kiprah dan pekerjaan organisasi.
Kertonegoro (1998 : 163) menyatakan pengawasan itu yaitu proses melaui manajer berusaha memperoleh kayakinan bahwa kegiatan yang dilakukan sesuai dengan perencanaannya.[2]
Terry (dalam Sujamto, 1986 : 17) menyatakan Pengawasan yaitu untuk memilih apa yang telah dicapai, mengadakan penilaian atasannya, dan mengambil tindakan-tidakan korektif jikalau diharapkan untuk menjamin semoga akhirnya sesuai dengan rencana.
Dale (dalam Winardi, 2000:224) dikatakan bahwa pengawasan tidak hanya melihat sesuatu dengan seksama dan melaporkan hasil kegiatan mengawasi, tetapi juga mengandung arti memperbaiki dan meluruskannya sehingga mencapai tujuan yang sesuai dengan apa yang direncanakan.
Admosudirdjo (dalam Febriani, 2005:11) menyampaikan bahwa pada pokoknya pengawasan yaitu keseluruhan daripada kegiatan yang membandingkan atau mengukur apa yang sedang atau sudah dilaksanakan dengan kriteria, norma-norma, standar atau rencana-rencana yang telah ditetapkan sebelumnya.
Siagian (1990:107) menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan pengawasan yaitu proses pengamatan daripada pelaksanaan seluruh kegiatan organisasi untuk menjamin semoga supaya semua pekerjaan yang sedang dilakukan berjalan sesuai dengan planning yang telah ditentukan sebelumnya.
Jadi Pengawasan yaitu sebagai suatu perjuangan sistematis oleh administrasi untuk membandingkan kinerja standar, rencana, atau tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu untuk memilih apakah kinerja sejalan dengan standar tersebut dan untuk mengambil tindakan penyembuhan yang diharapkan untuk melihat bahwa sumber daya insan digunakan dengan seefektif dan seefisien mungkin didalam mencapai tujuan.[3]
B.     Fungsi Pengawasan
Menurut Ernie dan Saefulah (2005: 12), fungsi pengawasan yaitu :
1.      Mengevaluasi keberhasilan dan pencapaian tujuan serta sasaran sesuai dengan indikator yang di tetapkan.
2.      Mengambil langkah penjelasan dan koreksi atas penyimpangan yang mungkin ditemukan.
3.      Melakukan banyak sekali alternatife solusi atas banyak sekali duduk kasus yang terkait dengan pencapaian tujuan perusahaan. Menurut Maringan (2004: 62), fungsi pengawasan yaitu :
4.      Mempertebal rasa tanggung jawab terhadap pejabat yang diserahi kiprah dan wewenang dalam melakukan pekerjaan.
5.      Mendidik para pejabat semoga mereka melakukan pekerjaan sesuai dengan mekanisme yang telah ditentukan.
6.      Untuk mencegah terjadinya penyimpangan, penyelewengan, kelalaian, dan kelemahan semoga tidak terjadi kerugian yang tidak diinginkan

C.    Dasar Sistem Pengawasan Dan Objek Pengawasan
1.      Sistem Pengawasan
Sistem Komperatif, yaitu :
Mempelajari laporan kemajuan pekerjaan Membandingkan laporan hasil-hasil pelaksanaan pekerjaan dengan planning Mengadakan analisa terhadap perbedaan-perbedaan, temasuk imbas faktor lingkungan.
Memberikan penilaian terhadap hasil pekerjaan termasuk para penanggung jawabnya. Membuat suatu keputusan untuk perbaikan dan penyempurnaan pelaksanaan pekerjaan. Sistem Verifikatif, yaitu :   Menentukan ketentuan-ketentuan yang bekerjasama dengan mekanisme pemeriksaan.
Membuat laporan secara periodic terhadap hasil pemeriksaan.
Mempelajari laporan untuk mengetahui perkembangan dari hasil pelaksanaan.
Mengadakan penilaian terhadap hasil pelaksanaan.
Mengambil keputusan untuk tindakan-tindakan perbaikan atau penyempurnaan.
Sistem Inspeksi Inspeksi dimaksudkan untuk mengecek kebenaran dari hasil laporan. Selain itu inspeksi bertujuan untuk memperlihatkan penjelasan-penjelasan terhadap kebijaksanaan pimpinan,dilakukan dengan rasa kesetiakawanan, solidaritas dan morak yang tinggi.
Sistem Investigasi[4]
Sistem ini lebih menitik beratkan pada penyelidikan/penelitian yang lebih mendalam terhadap masalah-masalah yang bersifat negatif. Hal ini alasannya dari hasil laporan masih bersifat hipotesa (anggapan), laporan tersebut mungkin benar dan mungkin salah, oleh alasannya itu perlu diteliti lebih dalam untuk sanggup mengungkap hipotesis tersebut. Tahapan-tahapan yang dilakukan yaitu pengumpulan data, menganalisa/mengolah data dan penelitian terhadap data tersebut (validitas data ). Kemudian dari hasil penelitian tersebut segera diambil keputusan.
D.    Objek Pengawasan
Yaitu hal-hal yang harus diawasi dalam pelaksanaan suatu rencana. Objek pengawasan ini banyak macamnya, tergantung dari acara atau kegiatan yang dilaksanakan. Secara garis besar objek pengawasan sanggup dikelompokkan menjadi 4, yakni :
1.      Kuantitas dan kualitas program, yakni barang atau jasa yang dihasilkan oleh kegiatan atau acara tersebut.
2.      Biaya program, dengan memakai 3 macam standar, yakni modal yang dipakai, pendapatan yang diperoleh dan harga program.
3.      Pelaksanaan (implementasi) program, yaitu pengawasan terhadap waktu pelaksanaan, daerah pelaksanaan dan proses pelaksanaan, apakah sesuai dengan yang telah ditetapkan dalam perencanaan.
4.      Hal-hal yang bersifat khusus, yaitu pengawasan yang ditujukan kepada hal-hal khusus yang ditetapkan oleh pimpinan atau manajer.
E.     Standar Operasi Prosedur Pengawasan
1.      Tahap Penetapan Standar
Tujuannya yaitu sebagai sasaran, kuota, dan sasaran pelaksanaan kegiatan yang digunakan sebagai patokan dalam pengambilan keputusan. Bentuk standar yang umum yaitu :
a.       standar phisik
b.      standar moneter
c.       standar waktu
2.      Tahap Penentuan Pengukuran Pelaksanaan Kegiatan
Digunakan sebagai dasar atas pelaksanaan kegiatan yang dilakukan secara tepat.
3.      Tahap Pengukuran Pelaksanaan Kegiatan
Beberapa proses yang berulang-ulang dan kontinue, yang berupa atas, pengamatan, laporan, metode, pengujian, dan sampel.
4.      Tahap Pembandingan Pelaksanaan dengan Standar dan Analisa Penyimpangan
Digunakan untuk mengetahui penyebab terjadinya penyimpangan dan menganalisanya mengapa bisa terjadi demikian, juga digunakan sebagai alat pengambilan keputusan bagai manajer.
5.      Tahap Pengambilan Tindakan Koreksi Bila diketahui dalam pelaksanaannya terjadi penyimpangan, dimana perlu ada perbaikan dalam pelaksanaan.

F.     Pengawasan Yang Efektif
Kriteria pengawasan yang efektif :
1.      Pengawasan harus mendukung sifat dan kebutuhan kegiatan (aktivitas)
2.      Pengawasan perlu melaporkan setiap penyimpangan yang terjadi dengan segera
3.      Pengawasan harus mempunyai pandangan ke depan
4.      Pengawasan harus objektif, teliti sesuai dengan standard yamg digunakan
5.      Pengawasan harus luwes/fleksibel
6.      Pengawasan harus harmonis dengan referensi orgamisasi
7.      Pengawasan harus ekonomis
8.      Pengawasan harus gampang mengerti
9.      Pengawasan harus diikuti dengan perbaikan/koreksi

















BAB III
PENUTUP
A.   Simpulan
Dari pemaparan makalah di atas sanggup disimpulkan bahwa konsep dasar Pengawasan meliputi pengertian, sasaran, bentuk, karakteristik, faktor dan yang lainnya. Sedangkan konsep dasar supervisi pendidikan itu terdiri atas pengertian, tujuan, prinsip, ruang lingkup, peranan serta jenis serta aspek lainnya, keduanya mempunyai aspek-aspek tertentu yang saling berkaitan dalam Pendidikan.
Pengawasan merupakan fungsi administrative dalam fungsi eksekutif yang memastikan bahwa apa yang dikerjakan sesuai dengan yang dikehendaki. Ia meliputi investigasi apakah semua berjalan sesuai dengan planning yang dibuat, instruksi-instruksi yang dikeluarkan, dan prinsip-prinsip yang ditetapkan. Ia dimaksudkan untuk memperlihatkan kelemahan-kelemahan dan kesalahan-kesalahan, lalu membetulkannya dan mencegah perulangannya. Ia mengenai semua orang, kegiatan, benda, dll.
Sedangkan, Supervisi itu sendiri yaitu suatu proses bimbingan dari seorang kepala sekolah kepada para guru dan pegawai yang eksklusif menangani berguru siswa guna memperbaiki situasi berguru mengajar para siswa semoga para siswa sanggup berguru secara efektif dengan prestasi berguru yang semakin meningkat. Tujuan dari supervisi pendidikan itu sendiri yaitu perbaikan proses berguru mengajar termasuk di dalamnya yaitu memperbaiki mutu mengajar guru juga membina profesi guru dengan cara pengadaan kemudahan yang menunjang kelancaran proses berguru mengajar dan keterampilan guru, selain itu memperlihatkan bimbingan dan training dalam hal implementasi kurikulum, pemilihan dan penggunaan metode mengajar dan teknik penilaian pengajaran. Prinsip supervisi pendidikan terdiri atas prinsip ilmiah, demokratis, kerja sama, dan konstruktif kreatif. Peranan supervisi pendidikan yaitu memudahkan supervisor dalam mensupervisi pekerjaan yang dilakukan oleh tenaga kependidikan. Kemudian sasaran supervisi pendidikan ditujukan pada perjuangan memperbaiki situasi berguru mengajar antara guru dan murid.

B.   Saran
Demikianlah makalah ini kami paparkan dan kami merasa bahwa dalam makalah ini masih terdapat banyak sekali kekurangan. Oleh alasannya itu, kami mengharap kepada pembaca yang budiman untuk memperlihatkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna untuk perbaikan makalah ini. Dan kami berharap semoga isi makalah ini bermanfaat bagi kami khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.
























DAFTAR PUSTAKA
Afifuddin dan Sobri Sutikno. 2008. Pengelolaan Pendidikan “Teori dan Praktik“. Bandung : Prospect Bandung.
Afifuddin, Bambang Samsul Arifin dan Badrudin. 2004. Administrasi Pendidikan. Bandung : Insan Mandiri Offset.
Arikunto, Suharsimi. 2004. Dasar-dasar Supervisi. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Burhanudin, Yusak. 2005. Administrasi Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia.
Fattah, Nanang. 2004. Landasan Mmenejemen Pendidikan. Bandung: Rosda Karya.
Irzu. Pengertian Supervisi Pendidikan Islam. http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2133595-pengertian-supervisi-pendidikan-islam/ (diakses pada 19 Maret 2011).
Ngalim Purwanto. 2002. Adnistrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosda Karya.



[1] Drs. H. Malayu S.P. Hasibuan, Dasar-Dasar Perbankan, Jakarta: Bumi Aksara, 2004, hal. 54
[2] Rahmat, Definisi Manajemen, disalin dari website: http://blog.re.or.id/definisi-manajemen.htm
[3] Hasibuan, Malayu, Manajemen= Dasar, Pengertian dan Masalah, (PT Bumi Aksara: Jakarta), 2005, hal. 37
[4] Trisnawati Sule, Ernie, Pengantar Manajemen, (KEncana: Jakarta), hal. 8
Buat lebih berguna, kongsi:
close